Materi Terbaru:
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Minggu Ke-3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Minggu Ke-3. Tampilkan semua postingan


Keutamaan Bulan Rajab | Materi Khusus Sabtu | Materi Tematik | Ustadz Badrusalam, Lc

BimbinganIslam.com
Sabtu, 13 Rajab 1436 H / 2 Mei 2015 M
Artikel Tematik
Ustadz Badrusalam, LC
-------------------------


KEUTAMAAN BULAN RAJAB

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله نبينا محمد و على آله و صحبه و من واله
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمد عبده ورسوله
و قال الله تعالى في كتابه الكريم: ياأيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون, أم بعد.


Ayyuhal ikhwah a'āzaniyallāhu wa iyyakum, kita berada di bulan Rajab. Dan Rajab merupakan bulan yang haram, karena Allāh Subhānahu Wa Ta'āla menciptakan 1 tahun itu ada 12 bulan. Dan diantara 12 bulan itu ada 4 bulan haram.

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ


"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allāh adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allāh di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allāh beserta orang-orang yang bertakwa." (At-Taubah 36)

Allāh Subhānahu Wa Ta'āla menyebutkan bahwa jumlah bulan ada 12 dan diantaranya ada 4 bulan yang haram, yaitu bulan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Kenapa disebut dengan bulan haram? Dan apa keistimewaan bulan haram yang termasuk padanya bulan Rajab?
Ketahuilah yā akhī, bahwa disebut dengan bulan haram karena bulan itu adalah bulan yang suci. Dan dahulu orang-orang Arab yang mensucikan bulan tersebut, terlebih kaum Mudhar yang sangat menghormati bulan Rajab karena menurut mereka bulan Rajab adalah bulan yang sangat mulia sekali. Makanya disebut dengan Rajab Mudhar.

Allāh Subhānahu Wa Ta'āla dalam ayat ini mengatakan: "Janganlah kalian menzhalimi diri kalian pada bulan-bulan tersebut."

Padahal, berbuat zhalim di selain bulan tersebut diharamkan, akan tetapi Allāh MENGKHUSUSKAN larangan berbuat zhalim di bulan tersebut menunjukkan bahwa perbuatan zhalim dibulan haram itu dilipatgandakan dosanya oleh Allāh Subhānahu Wa Ta'āla.

Pada masa dahulu, orang-orang Arab jahiliyyah sangat menghormati bulan-bulan haram itu, mereka tidak melakukan peperangan & membunuh dibulan haram. Walaupun mereka jahiliyyah tetapi masih ada sisa-sisa agama Nabi Ibrāhīm.

Maka, bulan-bulan haram itu hendaknya kita berusaha untuk menghormatinya dengan cara menjauhi keharaman-keharaman dibulan tersebut karena bulan itu merupakan bulan suci, bulan yang hendaknya kita jauhi berbagai macam maksiat.

Dan dibulan tersebut, kemaksiatan & kezhaliman dilipatgandakan dosanya disisi Allāh Subhānahu Wa Ta'āla. Maka kita berkewajiban menghormati bulan-bulan haram ini.

Diantara keutamaan bulan Rajab adalah Syahrullāh, dan Sya'ban adalah Syahrī, dan Ramadhān adalah Syahri Ummatī...

Ketahuilah, para ulama mengatakan bahwa hadits ini adalah HADITS PALSU !

Ini adalah dusta terhadap Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.

Al-Hafizh Ibnu Hajar didalam kitab beliau menjelaskan bahwa semua hadits-hadits yang berhubungan yang menyebutkan keutamaan bulan Rajab, itu tidak lepas dari:
⑴ Hadits yang palsu
⑵ Hadits yang lemah

Tidak ada satupun yang shahīh KECUALI penyebutan bulan Rajab adalah bulan yang diharamkan oleh Allāh Subhānahu Wa Ta'āla.

Maka dari itu, tidak ada amalan khusus dalam bulan Rajab, tidak ada sama sekali Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengkhususkan umrah di bulan Rajab atau amalan tersendiri di bulan Rajab, tidak.

Akan tetapi bulan Rajab seperti bulan-bulan haram yang lainnya dimana amalan shalih dibulan-bulan itu dilipatgandakan, amalan burukpun dilipatgandakan oleh Allāh Subhānahu Wa Ta'āla.

Maka kewajiban kita kaum mu'minin untuk menghormati bulan Rajab sebagaimana menghormati bulan-bulan haram yang lainnya.

Mudah-mudahan kita senantiasa termasuk orang-orang yang menjaga kesucian bulan Rajab dan bulan-bulan haram yang lainnya.

سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك


Sumber: https://youtu.be/gmczAZQxbtQ
__________________________
📦 Donasi Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

📝 Kritik dan saran untuk Group Bimbingan Islam silahkan disampaikan kepada kami melalui:
🌐 http://www.bimbinganislam.com/kritikdansaran

Sumber Bahagia Dunia Akhirat
Materi Khusus Sabtu | Materi Tematik | Ustadz Abdullāh Taslim, MA

BimbinganIslam.com
Sabtu, 13 Rajab 1436 H / 2 Mei 2015 M

Artikel Tematik | Motivasi Islam
Ustadz Abdullāh Taslim, MA
-------------------------


SUMBER BAHAGIA DUNIA AKHIRAT

Transkrip:

Setiap orang ingin hidup bahagia...

Setiap manusia mendambakan kehidupannya penuh dengan kedamaian dan ketenangan dalam menjalani semua urusannya dalam kehidupan di dunia...

Tetapi...

Tahukah kita bahwa sebenarnya kebahagiaan kita itu dekat?

Hanya kita yang kurang memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

Allāh Subhānahu Wa Ta'āla berfirman dalam Al-Qurān:

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ


"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allāh. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allāh-lah hati menjadi tenteram." (Ar-Ra'd : 28)

Ketahuilah hanya dengan mengingat Allāh, menyebut namaNya, mempelajari petunjukNya dan mengamalkannya maka hati manusia akan menjadi tenang & jiwanya menjadi damai.

Dalam ayat lain Allāh Subhānahu Wa Ta'āla berfirman;

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَر أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِن فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاة طَيِّبَة وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ


"Barangsiapa yang melakukan amalan shalih dari kalangan laki-laki dan perempuan dalam keadaan dia beriman, maka sungguh Kami akan berikan untuknya KEHIDUPAN yang INDAH yang PENUH dengan KEBAHAGIAAN di dunia dan akhirat dan Kami akan memberikan balasan yang lebih baik baginya daripada apa yang dikerjakannya di dunia." (An-Nahl 97)

Subhānallāh...

AL-QURĀN ADALAH SUMBER KEBAHAGIAAN KITA.

Ta'at kepada Allāh, belajar petunjukNya dan mengamalkannya merupakan sumber kebahagiaan yang sangat dekat dalam kehidupan kita.

Tapi sayang....

Kita kurang memanfaatkannya.

Coba camkan perkataan imam ahli sunnah yang terkenal berikut ini...

Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah rahimahullāh Ta'āla berkata:

إن في الدنيا جنة من لم يدخلها لم يدخل جنة الآخـــرة


"Sesungguhnya di dunia ini ada surga, barangsiapa yang belum masuk ke dalam surga di dunia ini maka dia tidak akan masuk surga di akhirat nanti."

Apakah arti surga dunia tersebut?

Surga dunia yang Beliau maksudkan adalah KENIKMATAN, KEBAHAGIAAN HIDUP, KETENANGAN JIWA & KEDAMAIAN HATI ketika seseorang belajar petunjuk Allāh, memahaminya dan mengamalkannya ke dalam kehidupannya.

Inilah yang disebut kenikmatan surga yang Beliau ungkapkan dengan istilah SURGA DUNIA.

Yang barangsiapa belum merasakannya di dunia, maka dia tidak akan masuk ke dalam surga di akhirat nanti.

Berarti, kenikmatan yang akan didapatkan oleh manusia di sisi Allāh Subhānahu Wa Ta'āla disurgaNya nanti, tergantung dari kenikmatan yang dia rasakan sewaktu di dunia, yaitu ketika dia belajar petunjuk Allāh, belajar tentang keimanan, tauhid dan keyakinan kepada Allāh kemudian mengamalkannya dalam kehidupannya.

Semoga Allāh Subhānahu Wa Ta'āla mudahkan segala kebaikan untuk diri kita dan untuk seluruh kaum muslimin dengan taufiq dan karuniaNya.

الحمد لله رب العلمين


Sumber:
__________________________
Donasi Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

Kritik dan saran untuk Group Bimbingan Islam silahkan disampaikan kepada kami melalui:

http://www.bimbinganislam.com/kritikdansaran


Biografi Imam Syafi'i dan Imam Abu Syuja' - Muqaddimah Bagian 3 | Fikih - Matan Abu Syuja' | Ustadz Fauzan ST, MA

BimbinganIslam.com
Jum'at, 12 Rajab 1436 / 1 Mei 2015
Ustadz Fauzan ST, MA
Muqaddimah Bagian 3
Kajian 03 |  Biografi Imam Syafi'i dan Imam Abu Syuja'
Download Audio dan Transkrip
http://goo.gl/iWEn9a
~~~~~~~~~~~~~~~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Silahkan download Audio materi pembahasan ini (Untuk mendownload, Setelah layar terbuka tekan CTRL+S lalu simpan. Atau dengan cara klik kanan > Save as, lalu simpan):

Download Audio

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

بسم اللّه الرحمن الرحيم 
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله, و بعد.



Para ikhwah sekalian, para sahabat yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, pada halaqoh yang ke-3 ini kita akan mengenal secara ringkas AsySyafi'i dan Imam Abu Syuja'.

Imam AsySyaafi'i beliau bernama Muhammad bin Idris bin Al'Abbas bin 'Utsman bin Syaafi' yang dikenal sebagai Imam AsySyaafi'i. Beliau lahir pada tahun 150 H. Pada tahun tersebut, meninggal Imam Abu Hanifah. Oleh karena itu, orang-orang pun mengatakan:

Mātal imam maulidal imam
Meninggal seorang imam digantikan kelahiran seorang imam yang lainnya.

Beliau adalah seorang imam yang masyhur dari kalangan kaum muslimin dan memiliki pendapat atau madzhab yang tersebar ke seluruh penjuru dunia.

Imam Syafi'i lahir di Ghazza Palestina dalam keadaan yatim. Perhatian yang besar sang ibu kepada Imam Syafi'i akan pendidikan Imam Syafi'i menyebabkan ibu Imam Syafi'i memutuskan untuk berpindah ke kota Mekkah, yang mana pada saat itu kota Mekkah dipenuhi oleh para ulama di berbagai cabang ilmu.

Imam AsySyaafi'i mulai menuntut ilmu dengan menghafal AlQur'an. Beliau hafal AlQur'an pada saat umur beliau mencapai 7 tahun dan terus menuntut ilmu sehingga dapat menghafalkan Kitab Muwaththa' Imam Mālik pada umur beliau mencapai 10 tahun. Dan terus menuntut ilmu sampai beliau diperbolehkan untuk berfatwa dikatakan pada saat umur 15 tahun. Dikatakan pada riwayat yang lain pada saat umur 18 tahun. Dan beliau pun terus menuntut ilmu baik kepada Imam Mālik, maupun kepada ulama yang lainnya sehingga menguasai berbagai cabang ilmu di dalam agama.

Imam AsySyaafi'i rahimahullāhu beliau dikenal sebagai ulama yang tawadhu' yang sangat dermawan. Dan keluasan ilmu beliau, kecerdasan otak beliau menjadikan pendapat-pendapat beliau sebagai rujukan bagi kalangan ulama yang lainnya.

Imam AsySyaafi'i, beliau memiliki karya yang sangat banyak. Diantara yang terkenal Al'Umm dan ArRisalah.

Dan Imam AsySyaafi'i beliau wafat pada tahun 204 H, dengan meninggalkan manfaat yang besar bagi kaum muslimin, rahimahullāhu, rahmatan waasi'ah.

Kemudian Imam Abu Syuja', beliau adalah Ahmad bin AlHusain bin Ahmad AlAsfahaniy, salah seorang ulama AsySyafi'iyyah yang terkenal. Dan beliau dikenal dengan panggilan AlQadhi Abu Syuja', alqadhi yaitu hakim, Abu Syuja'.

Beliau belajar fiqih AsySyaafi'i lebih dari 40 tahun di kota Bashrah. Dan Abu Syuja' lahir pada tahun 434 H, dikatakan tahun 533 H. Dan dikenal sebagai seorang ulama yang sangat dermawan, yang ahli ibadah, yang wara', yang shalih, yang memiliki ilmu yang luas dan sangat ta'at di dalam melaksanakan agama.

Imam Abu Syuja' diriwayatkan bahwasanya beliau memiliki umur yang sangat panjang, yaitu mencapai 160 tahun dan dengan kondisi yang sehat wal 'afiyat.

Tatkala beliau ditanya tentang rahasianya maka beliau mengatakan:

ما عصيت الله بعضو منها في الصغر، فحفظها الله في الكبر


Saya tidak pernah di waktu muda saya bermaksiat dengan Allāh walaupun dengan 1 anggota tubuh saya. Maka alhamdulillāh Allāh menjaganya di masa tua saya.

Beliau menulis matan Abu Syuja' karena permintaan orang-orang agar beliau meringkas (membuat ringkasan) tentang madzhab Syafi'i yang mudah dipelajari dan mudah untuk dihafalkan. Dan matan Abu Syuja' ini terus dipelajari sampai saat ini menunjukkan matan tersebut memiliki kelebihan dan kita berharap keikhlashan dari sang penulis sehingga Allāh Subhānahu wa Ta'āla menjadikan dia kekal, menjadikan dia terus dipelajari kaum muslimin.

Imam Abu Syuja' menjabat sebagai seorang qadhi, sebagai hakim. Namun di akhir hayatnya beliau sengaja berpindah ke Madinah dalam rangka untuk membaktikan diri melayani masjid Nabawi dengan membersihkannya, kemudian menggelar tikar dan melayani para jama'ah sampai akhir hayat beliau.

Demikianlah tentang kedua imam ini, secara ringkas rahimahumullāh rahmatan wāsi'ah.

Dan kita cukupkan halaqah yang ke-3.


وَصَلَّى الله عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ والسلّم 
وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته



__________________________
Donasi Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut:
http://www.bimbinganislam.com/kritikdansaran


Pengertian Tauhid | Silsilah Belajar Tauhid | Halaqah 06 | Ustadz Abdullah Roy, MA


BimbinganIslam.com
Kamis, 11 Rajab 1436 H / 30 April 2015 M
Ustadz Abdullāh Roy, MA
Silsilah Belajar Tauhid
Halaqah 06 | Pengertian Tauhid
Download Audio dan Transkrip
http://goo.gl/iWEn9a
~~~~~~~~~~~~~~~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

DOWNLOAD AUDIO

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~



بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين


Halaqoh yang ke-6 dari silsilah belajar tauhid, Apa itu Tauhid?

Saudara sekalian, semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla memberikan pemahaman kepada kita semua.

Sebelum kita jauh melangkah di dalam silsilah ini, tentunya kita harus benar-benar memahami apa makna tauhid yang wajib kita pelajari dan kita amalkan.

Tauhid secara bahasa adalah mengEsakan. Adapun secara istilah maka tauhid adalah mengEsakan Allāh di dalam beribadah.

Seseorang tidak dinamakan bertauhid sehingga dia meninggalkan peribadatan kepada selain Allāh, seperti berdo'a kepada selain Allāh, bernadzar untuk  selain Allāh, menyembelih untuk selain Allāh dan lain-lain.
                                                 
Apabila seseorang beribadah kepada Allāh dan menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allāh, siapapun dia, entah itu seorang nabi, malaikat atau yang lain maka inilah yang dinamakan dengan syirik yaitu menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta'āla di dalam beribadah.

Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman :

ﻭَﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢُ ﻷَﺑِﻴﻪِ ﻭَﻗَﻮْﻣِﻪِ ﺇِﻧَّﻨِﻰ ﺑَﺮَﺁﺀٌ ﻣِّﻤَّﺄ ﺗَﻌْﺒُﺪُﻭﻥَ {26} 
ﺇِﻻَّ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻓَﻄَﺮَﻧِﻲ{27}........


’’Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya 'Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian sembah, kecuali Dzat yang telah menciptakan aku'" (Az Zukhruf 26-27)                                                                                                                                              

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda :

ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَ ﻛَﻔَﺮَ ﺑِﻤَﺎ ﻳُﻌْﺒَﺪُ ﻣِﻦْ ﺩُﻭْﻥِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺣَﺮُﻡَ ﻣَﺎﻟُﻪُ ﻭَﺩَﻣُﻪُ ﻭَ ﺣِﺴَﺎﺑُﻪُ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﻠﻪِ


’’Barangsiapa yang mengatakan ‘’lā ilāha illallāh’’ dan mengingkari segala sesuatu yang disembah selain Allāh maka haram hartanya dan darahnya (artinya tidak boleh diganggu) dan perhitungannya (hisabnya) adalah atas Allāh Subhānahu wa Ta'āla ‘’. (Hadits shahih diriwayatkan oleh Imam Muslim)

Oleh karena itu, rukun kalimat tauhid yaitu lā ilāha illallāh ada 2 :

① Nafi (pengingkaran)
Nafi pada kalimat ‘’lā ilāha’’ artinya tidak ada Tuhan yang berhak disembah, maksudnya adalah mengingkari tuhan–tuhan selain Allāh.    
                                                        
② Itsbat (penetapan)                                                                  
Itsbat pada kalimat ‘’illallāh ’’artinya kecuali Allāh, maksudnya adalah menetapkan Allāh sebagai satu-satunya sesembahan.

Wallahul muwaffiq.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين  


Akhukum Abdullah Roy
__________________________
Donasi Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut:
http://www.bimbinganislam.com/kritikdansaran


Larangan Berbisik Antara Dua Orang Ketika Sedang Bertiga
 | Kitābul Jāmi' - Bulughul Māram | Hadits ke-4 | Ustadz Firanda Andirja, MA


BimbinganIslam.com
Rabu, 10 Rajab 1436 H / 29 April 2015 M
Ustadz Firanda Andirja, MA
Kitābul Jāmi' | Bulughul Maram
Hadits ke-4 | Larangan Berbisik Antara Dua Orang Ketika Sedang Bertiga
Download Audio dan Transkrip
http://goo.gl/iWEn9a
~~~~~~~~~~~~~~~~~~



~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Silahkan download Audio materi pembahasan ini (Untuk mendownload, Setelah layar terbuka tekan CTRL+S lalu simpan. Atau dengan cara klik kanan > Save as, lalu simpan):

Download Audio


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~



السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته 
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله


Ikhwan dan akhwat sekalian, kita lanjutkan pada halaqoh yang ke-6 dari Kitaabul Jaami' yaitu bab tentang adab.

وَعَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم: «إِذَا كُنْتُمْ ثَلَاثَةً, فَلَا يَتَنَاجَى اثْنَانِ دُونَ الْآخَرِ, حَتَّى تَخْتَلِطُوا بِالنَّاسِ; مِنْ أَجْلِ أَنَّ ذَلِكَ يُحْزِنُهُ ». مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ. (١)
(١) - صحيح. رواه البخاري (٦٢٩٠)، ومسلم (٢١٨٤)، وليس عند مسلم لفظ «ذلك».


Hadits dari Ibnu Mas'ud radhiyallāhu Ta'ālā 'anhu beliau berkata: Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam  bersabda: "Jika kalian bertiga maka janganlah 2 orang berbicara/berbisik bisik berduaan sementara yang ketiga tidak diajak sampai kalian bercampur dengan manusia. Karena hal ini bisa membuat orang yang ketiga tadi bersedih."
(Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dan lafalnya adalah terdapat dalam Shahih Muslim).

Ikhwan dan akhwat yang dirahmati oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla, hadits ini menunjukkan akan agungnya Islam. Bahwa Islam adalah agama yang sempurna mengatur segala hal sampai pada perkara-perkara yang mungkin dianggap sepele, seperti adab makan, adab minum, adab yang lain-lain termasuk diantaranya adab bergaul.

Disini lihat bagaimana Islam mengatur tatkala seorang sedang bertiga jangan sampai cuma 2 orang berkumpul kemudian berbicara berbisik-bisik sementara yang ketiga ditinggalkan.

Apa sebabnya? Kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam  :

مِنْ أَجْلِ أَنَّ ذَلِكَ يُحْزِنُه  


"Karena perbuatan ini bisa menjadikan orang yang ke-3 bersedih."

Timbul kesedihan dalam dirinya, kenapa dia tidak diajak ngobrol. Dan Islam memperhatikan hal ini, Islam tidak ingin seorang menyedihkan saudaranya.

Juga bisa timbul dalam dirinya suuzhan, persangkaan-persangkaan yang buruk, mungkin mereka ber-2 sedang ghibahi saya, sedang ngerumpiin saya atau sedang menjelek-jelekkan saya.

Timbul persangkaan-persangkaan yang syaithan terkadang mendiktekan kepada orang yang ke-3 tersebut.

Oleh karenanya, Allāh sebutkan dalam AlQur'an masalah ini. Kata Allāh Subhānahu wa Ta'āla dalam surat AlMujaadalah ayat yang ke-10:

إِنَّمَا النَّجْوٰى مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ...


"...Sesungguhnya najwa (bisik-bisik) dari syaithan untuk menjadikan orang-orang yang beriman bersedih."

Hal ini menyebabkan orang yang ke-3 bersedih. Oleh karenanya bagaimana solusinya?

Kata Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam:

ِ حَتَّى تَخْتَلِطُوا بِالنَّاسِ


Sampai kalian bercampur dengan (berbaur dengan) manusia.

Kalau sudah bercampur dengan manusia, berkumpul dengan banyak orang maka tidak akan menimbulkan kesedihan bagi orang ke-3, 2 orang ini ngobrol, orang yang ke-3 juga bisa mencari teman ngobrol yang lain maka tidak jadi masalah.

Yang jadi masalah jika ada sekumpulan orang kemudian semuanya ngobrol bareng-bareng yang satu 1 tidak diajak.

Oleh karenanya meskipun lafalnya alhadits disebutkan "Jika kalian ber-3 kemudian 2 orang ngobrol dan 1 nya tidak diajak", maka ini mencakup jumlah yang lebih, kata para ulama.

Contohnya seperti ada 4 orang kemudian 3 orang ngobrol sendiri, kemudian yang 1 tidak diajak maka juga termasuk dalam hadits ini, ini dilarang karena bisa menimbulkan kesedihan bagi orang yang ke-4. Demikian juga kalau ada 5 orang, kemudian 4 orang ngobrol sendiri, yang ke-5 tidak diajak maka ini juga dilarang karena menyedihkan orang yang ke-5 dan seterusnya, yang ke-6, ke-7 dan selanjutnya. Karena 'illah (larangan), sebab larangan dari hadits ini adalah jangan sampai membuat sedih orang yang tidak diajak ngobrol tersebut. Jangan sampai timbul persangkaan-persangkaan yang buruk dalam diri orang tersebut.

Oleh karenanya para ulama menyebutkan, diantara bentuk najwa yang terlarang adalah jika ada 3 orang kemudian 2 orang ini ngobrol dengan bahasa yang tidak dipahami oleh orang ke-3, inipun dilarang. Mereka ber-2 ngobrol dengan bahasa, meskipun mereka ber-3 dalam kondisi tubuh bersamaan tetapi, artinya 2 orang tidak menepi, tidak, tetapi bareng-bareng ber-3, akan tetapi 2 orang ngobrol dengan bahasa yang tidak difahami orang ke-3, ini tidak diperbolehkan, kata para ulama, karena hukumnya sama, seakan-akan dia tidak diajak ngobrol.

Kalau diajak ngobrol, kenapa dengan bahasa yang tidak dia fahami? Akan membuat dia sedih, merasa dia tidak pantas atau merasa ada suatu rahasia berkaitan dengan dirinya atau lainnya, akan datang syaithan mendiktekan hal-hal yang buruk dalam dirinya.

Oleh karenanya lihatlah indahnya Islam. Hadits ini sebenarnya hanyalah sekedar sampel, sekedar hanya sebagai contoh, maksudnya jangan sampai seseorang menyedihkan saudaranya, jangan sampai, seorang harus berusaha menjaga perasaan  saudaranya baik dia menyedihkan saudaranya dengan perkataannya tidak boleh.

Apalagi dengan perbuatannya, apalagi dengan sikapnya juga tidak boleh. Mungkin tidak ada ucapan yang buruk dikeluarkan dari mulutnya tapi dengan sikapnya menjadikan saudaranya sedih, inipun tidak boleh, lihat najwa dalam hadits ini tidak berkait dengan ucapan yang keluar, tapi sikap, sikap 2 orang yang berbisik-bisik berdua-dua, ini menyedihkan orang yang ke-3. Ini dilarang, apalagi kalau kesedihan tersebut timbul dengan perkataan, apalagi dengan perbuatan.

Dan juga hadits ini menunjukkan seseorang dituntut jangan sampai menimbulkan persangkaan-persangkaan yang buruk dalam saudaranya dan sahabatnya.

Demikian, wa billaahit taufiq wal hidayah.
Assalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh.
__________________________
📦 Donasi Pengembangan Dakwah Group Bimbingan Islam
| Bank Mandiri Syariah
| No. Rek : 7103000507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
| Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

📝 Kritik dan Saran silahkan disampaikan melalui :
🌐 http://www.bimbinganislam.com/kritikdansaran


Taubat Dari Kesyirikan | Silsilah Belajar Tauhid | Halaqah 05 | Ustadz Abdullah Roy, MA


BimbinganIslam.com
Selasa, 9 Rajab 1436 H / 28 April 2015 M
Ustadz Abdullāh Roy, MA
Silsilah Belajar Tauhid
Halaqah 05 | Taubat Dari Kesyirikan
~~~~~~~~~~~~~~~
Download Audio dan Transkrip
http://goo.gl/iWEn9a
~~~~~~~~~~~~~~~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Silahkan download Audio materi pembahasan ini (Untuk mendownload, Setelah layar terbuka tekan CTRL+S lalu simpan. Atau dengan cara klik kanan > Save as, lalu simpan):

Download Audio

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين



Halaqoh yang kelima adalah taubat dari kesyirikan.

Orang yang berbuat syirik, saudara sekalian dan dia meninggal dunia tanpa bertaubat kepada Allāh, maka dosa syirik tersebut tidak akan diampuni. Namun apabila dia bertaubat sebelum dia meninggal, maka Allāh Subhānahu wa Ta'āla akan mengampuni dosanya, bagaimanapun besarnya dosa tersebut.

Taubat nasuha adalah taubat yang terpenuhi didalamnya 3 syarat:

  1. Menyesal
  2. Meninggalkan perbuatan tersebut
  3. Bertekat kuat untuk tidak mengulangi lagi


Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ الله إِنَّ الله يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ


Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang telah malampaui batas terhadap diri sendiri (yaitu dengan berbuat dosa), janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allāh. Sesungguhnya Allāh mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dia Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS (AzZumar ayat 53)

Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ الله يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ


"Sesungguhnya Allāh menerima taubat seorang hamba selama ruh belum sampai ke tenggorokan."(Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmidzi dan juga Ibnu Majah dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albany rahimahullah).

Para sahabat nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam tidak semuanya lahir dalam keadaan Islam, bahkan banyak diantara mereka yang masuk Islam ketika sudah besar. Dan sebelumnya bergelimang dengan kesyirikan. Supaya tidak terjerumus kembali ke dalam kesyirikan, maka seseorang harus mempelajari tauhid dan memahaminya dengan baik, mengetahui jenis-jenis kesyirikan, sehingga dia bisa menjauhi kesyirikan tersebut.

Itulah halaqah yang kelima dan sampai berjumpa kembali pada halaqah berikutnya.


وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين  


Akhukum Abdullah Roy
__________

Donasi Pengembangan Dakwah
Group Bimbingan Islam
Bank Mandiri Syariah
No. Rek : 7103000507
A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut :
http://www.bimbinganislam.com/kritikdansaran

Hakekat Kebaikan dan Dosa (Bag 2) | Kitābul Jāmi' - Bulughul Māram | Hadits ke-3 | Ustadz Firanda Andirja, MA

BimbinganIslam.com
Senin, 8 Rajab 1436 H / 27 April 2015 M
Ustadz Firanda Andirja, MA
Kitābul Jāmi' | Bulughul Maram
Hadits ke-3 | Hakekat Kebaikan dan Dosa Bag-2
Download Audio dan Transkrip
http://goo.gl/iWEn9a
~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Silahkan download Audio materi pembahasan ini (Untuk mendownload, Setelah layar terbuka tekan CTRL+S lalu simpan. Atau dengan cara klik kanan > Save as, lalu simpan):

Download Audio


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Kita masuk pada halaqoh yang ke-5, masih bersama hadits

وَ عَنِ النَّوَّاسِ ابْنِ سَمْعَانَ رضي اللّه عنه قَالَ سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللّهِ صلّى اللّه عليه وسلّم عَنِ الْبِرِّ وَ اْلأِثْمِ فَقَالَ اَلْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَ اْلأِثْمُ مَا حَاكَ فِى صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ (أخرجه مسلم


Dari sahabat Nawaas bin Sam'an radhiyallāhu Ta'ālā 'anhu dia berkata:
Aku bertanya kepada Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam tentang kebajikan dan tentang dosa. Kebajikan adalah akhlaq yang mulia. Dan dosa adalah apa yang membuat hatimu gelisah dan engkau tidak suka kalau orang-orang melihat apa yang engkau lakukan tersebut.
(Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya).

Telah kita bahas pada pertemuan sebelumnya tentang makna albirru husnul khuluq (kebajikan adalah akhlaq yang mulia).

Dan pada kesempatan kali ini kita akan membahas potongan hadits yang ke-2 yaitu tentang dosa.

وَ اْلأِثْمُ مَا حَاكَ فِى صَدْرِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ


Dosa adalah apa yang menggelisahkan engkau dihatimu. Dan engkau tidak suka jika orang-orang melihat kau melakukannya.

Hadits ini menjelaskan tentang barometer untuk mengenal dosa. Tentunya dosa-dosa adalah melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Untuk mengenal dosa, kita bisa melihat dengan mempelajari AlQuran dan sunnah-sunnah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam, apa yang dilarang oleh Allah dalam AlQur'an maka itu adalah dosa. Apa yang dilarang oleh Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dalam hadits-haditsnya maka itu adalah dosa.

Namun terkadang ada perkara yang kita lakukan yang kita tidak sempat untuk melihat dalilnya, tidak sempat untuk mengecek dalilnya atau kita tidak tahu dalilnya. Tetapi tatkala kita hendak melakukannya muncul kegelisahan dalam dada kita, muncul tidak ketenangan dalam hati kita tatkala kita hendak melakukannya,  ingatlah ini merupakan ciri dosa.

Karena dalam hadits ini Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam telah menyebutkan barometer dan indikator untuk mengenal dosa, beliau menyebutkan 2 ciri, yaitu :


  1. Yaitu menjadikan dadamu gelisah.
  2. Engkau tidak suka untuk dilihat oleh orang lain.


Kalau anda melakukan suatu perkara kemudian anda merasa tenang, hati tidak merasa gelisah, kalau orang lain tahu pun tidak jadi mengapa maka ini bukan dosa.

Tapi tatkala anda melakukan sesuatu, kemudian ternyata hati anda gelisah atau tidak tenang kemudian yang ke-2 tidak ingin orang lain tahu, tidak ingin tetangga tahu, tidak ingin sahabat tahu, tidak ingin istri tahu, tidak ingin ustadz kita tahu, maka ini merupakan ciri dosa maka berhati-hatilah. Dan sebaiknya kita meninggalkan perkara yang menimbulkan ketidaktenangan tersebut.

Namun ingat kata para ulama, hadits ini (sabda Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam ini) berkaitan dengan orang yang hatinya masih sesuai fitrah, bukan orang-orang yang melakukan kemaksiatan yang fitrahnya sudah rusak, yang membanggakan kemaksiatan-kemaksiatan yang mereka lakukan, tidak punya malu, ini tentu tidak berlaku bagi mereka, hadits ini.

Seperti orang-orang yang memamerkan aurat mereka, orang-orang yang minum khamr dihadapan banyak orang, orang-orang yang bangga dengan kejahatan-kejahatan yang mereka laukan, maksiat-maksiat yang mereka lakukan, orang-orang yang terkadang menshooting diri mereka tatkala mereka sedang bermaksiat, sedang berzina lalu mereka sebarkan di dunia-dunia maya. Ini semua tidak berlaku bagi mereka disini karena fitrah mereka telah rusak, adapun hadits ini berlaku untuk orang yang masih punya rasa malu, yang fitrahnya masih baik, maka untuk mengenal dosa atau tidak, maka dia memiliki 2 ciri, 2 indikator:

  1. Hatinya tidak tenang
  2. Dia tidak suka kalau ada orang yang melihatnya


Oleh karenanya ikhwan akhwat sekalian yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla sebagian ulama menjadikan hadits ini sebagai dalil bahwa dosa itu pasti mendatangkan kegelisahan.

Sebagaimana penjelasan Ibnul Qoyyim rahimahullāhu Ta'āla: Barang siapa yang bermaksiat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla pasti dia gelisah, pasti dia tidak tenang. Sebagaimana kalau orang yang mengingat Allah :

ِ ۗأَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ


"Ketahuilah dengan mengingat Allah maka hati menjadi tenang." (ArRa'du:28)

Maka kebalikannya, kalau lupa kepada Allah, maksiat kepada Allah maka pasti mendatangkan kegelisahan, pasti mendatangkan gundah gulana, hatinya tidak tenang, hatinya tidak tentram sampai dia bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta'āla menjauhkan kita dari segala dosa dan semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang tawwābīn, yaitu jika kita berdosa segera kita bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

Demikianlah, wabillaahit taufiq wal hidayah
Sampai bertemu pada halaqoh berikutnya.

Assalaamu'alaykum 'alaykum warahmatullah wabarakaatuh.
Dari Firanda, rekamannya di Mekkah.
__________

Donasi Pengembangan Dakwah
Group Bimbingan Islam
Bank Mandiri Syariah
No. Rek : 7103000507
A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer : +628-222-333-4004

Saran atau Kritik silahkan sampaikan kepada kami melalui link berikut:
http://www.bimbinganislam.com/kritikdansaran